Selasa, 10 November 2015

Bisnis yang Beretika dan Etika Bisnis Islam



Bisnis menjadi kegiatan usaha yang semakin populer dan diminati oleh masyarakat. Hal ini terbukti dengan pandangan  orangtua zaman sekarang yang punya kebanggan tersendiri ketika salah satu anggota keluarga atau menantunya adalah seorang pebisnis sukses ketimbang menjadi orang yang “kerja kantoran” . Terlepas dari hal tersebut, keinginan manusia yang semakin beragam dan tidak terbatas, juga memberikan pengaruh pesat pada perkembangan sektor bisnis. Seiring dengan hilangnya batas antara ruang dan waktu akibat globalisasi dan kemajuan zaman, semakin banyak orang yang menggeluti kegiatan bisnis, bahkan beralih profesi menjadi seorang pebisnis.
Bisnis mendatangkan banyak manfaat diantaranya menciptakan lapangan kerja dan meingkatkan kesejahteraan pribadi maupun masyarakat. Efek jangka panjangnya akan memacu pertumbuhan pendapatan sehingga tercipta keseimbangan ekonomi . Selain manfaat yang timbul, bisnis juga bisa berdampak negatif apabila dijalankan dengan semaunya dan tanpa adanya kaidah. Dampak negatif tersebut  akan berujung pada timbulnya kerugian pribadi, masyarakat, lingkungan, dll. Etika hadir sebagai kaidah dalam kegiatan bisnis untuk meminimalisir timbulnya dampak negatif dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.
Etika bisnis merupakan cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis yang sesuai tanpa menimbulkan kerugian diri sendiri maupun pihak lainnya. Etika disusun berdasarkan kesepakatan bersama dan tidak memiliki sanksi hukum, hanya berupa sanksi sosial seperti menurunnya kepercayaan. Etika berbicara mengenai baik dan buruk, memberikan batasan pebisnis untuk menjalankan aktivitas bisnis secara baik dan meninggalkan cara-cara yang dipandang buruk, seperti pedagang yang menjual barangnya dengan kualitas terbaik dan menyampaikan kepada pembeli jika ada barang yang kualitasnya kurang baik. Etika bisnis juga dipandang sangat penting dalam agama Islam, sehingga muncul konsep etika bisnis dalam Islam yang memandang bisnis sebagai bentuk dari menjalankan perintah Allah Swt.
Seorang muslim dalam berbisnis jangan pernah lepas dari Akhlak. Akhlak merupakan perilaku yang tertanam dalam diri seseorang dan sifatnya tidak dapat di buat-buat atau direkayasa karena muncul secara spontan. Akhlak terbagai menjadi dua yaitu akhlak baik (contohnya ; jujur, amanah, rendah hati) dan akhlak buruk ( contohnya ; dusta, curang, dzalim). Akhlak yang baik menjadi modal awal agar seorang pebisnis menjalankan etika bisnis Islam sesuai dengan perintah Allah Swt.  Tidak hanya Akhlak, seorang pebisnis muslim juga harus memiliki Akidah.
Tidak boleh ada keraguan sebagai pebisnis muslim dalam menjalankan ajaran agama Islam. Melaksanakan yang halal dan menjauhi yang haram merupakan penggambaran akidah dalam kegiatan bisnis islam. Akidah merupakan sebuah perkara yang harus diyakini kebenarannya dan apabila dilaksanakan akan memberikan ketentraman jiwa. Seorang muslim harus yakin bahwa segala sesuatu berasal dari Allah dan dilaksanakan hanya untuk Allah, sesuai dengan tuntunan Etika Bisnis dalam Islam.
Kemajuan ekonomi khususnya kegiatan bisnis tidak lepas dari hadirnya agama Islam sebagai pembawa keselamatan dan kesejahteraan. Etika bisnis Islam berbicara mengenai perilaku etis bisnis dimana dalam pelaksanannya mempertimbangkan apakah perilaku bisnis tersebut sesuai atau tidak sesuai dengan perintah Allah, atau biasa disebut haram atau halalnya suatu tindakan bisnis.
Dasar-dasar yang harus ada dalam etika bisnis Islam diantaranya ;
(1)  Kesatuan (Tauhid), etika bisnis Islam merupakan suatu kesatuan dari berbagai aspek yaitu agama, sosial, ekonomi, dll. Membentuk suatu sistem yang saling terkait dan berhubungan, tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya. (2) Keseimbangan (Adil), Allah telah menciptakan semua hal sesuai ukuran dan bentuknya. Etika bisnis islam mengajarkan untuk berlaku adil, dimana dilarang berbuat curang dengan mengurangi apa yang seharusnya orang lain dapatkan. (3) Kehendak bebas (Free Will), pelaku bisnis diperbolehkan untuk melakukan kegiatan usaha apapun, selama tidak mendatangkan kerugian dan tidak bertentangan dengan perintah Allah. (4) Tanggung jawab ( Responsibility) , berani untuk menanggung resiko dan menerima konsekuensi yang timbul dari sebuah keputusan bisnis. (5) Kebajikan dan kejujuran, menjunjung tinggi kebenaran dan saling tolong menolong sehingga menciptakan kesejahteraan.
Perlu digaris bawahi bahwa Etika bisnis secara konvensional tidak sama dengan etika bisnis yang berlandasakan agama Islam. Secara umum etika bisnis memiliki beberapa prinsip diantaranya:
1. Utilitarianisme (kemanfaatan umum), suatu tindakan dikatakan baik apabila dinilai mendatangkan kebermanfaatan bagi orang banyak dan bukan hanya bagi segelinitir orang.
2. Universalism (umum), berfokus kepada tujuan suatu tindakan. Suatu tindakan diperbolehkan hanya jika ‘anda membolehkan saya melakukan apa yang anda lakukan kepada saya’.
3. Right (hak), semua manusia diperlakukan sama, tanpa membeda-bedakan.
4. Justice (keadilan), tidak ada yang merasa dirugikan dan tidak berat sebelah
5. Virtue etic (keutamaan), dalam melakukan suatu tindakan berdasarkan rasionalitas sebagai mausia, menggunakan akal apakah sebuah tindakan dipandang baik atau buruk.
6. Relativitas Etika, segala sesuatunya tidak mutlak. Suatu tindakan dilandaskan terhadap cara pandang individu terhadap tindakan tersebut.
Terdapat beberapa kelemahan dalam keenam prinsip secara umum etika bisnis diatas. Ketika suatu prinsip tidak dapat menjelaskan keterlibatan unsur agama dalam suatu tindakan bisnis, maka akan beralih ke prinsip lainnya layaknya sebuah tingkatan (1-6). Hal ini menunjukan bahwa agama, khususnya Islam mampu menjelaskan sebuah konsep sempurna dari tindakan bisnis dan kaitannya dengan etika bisnis itu sendiri. Pebisnis muslim yang benar merupakan pebisnis yang paham mengenai etika bisnis Islam dan mampu menafsirkannya.
Penafsiran memberikan pemahaman yang mendalam mengenai hal-hal yang terkandung dan menyertai dalam etika bisnis Islam. Terdapat tiga penafsiran tentang etika bisnis islam yaitu, penafsiran bersifat berkesinambungan, bersifat kemanusiaan, dan bersifat berkeadilan. (1) Penafsiran bersifat berkesinambungan memiliki makna bahwa dalam aktifitas bisnis tidak hanya berorientasi kepada dunia, tetapi juga memiliki efek jangka panjang yaitu konsep akhirat yang kekal. Adanya keterlibatan Allah Swt. dalam setiap aktivitas menuntut kita untuk menjalin hubungan berkesinambungan antara sesama manusia, lingkungan, dan Tuhan. (2) Penafsiran bersifat kemanusiaan memilik makna bahwa etika bisnis sebagai bentuk dari memanusiakan manusia sehingga manusia dapat berlaku sebagaimana layaknya manusia dan memperlakukan manusia lain dengan layak pula. Etika bisnis Islam mendorong manusia untuk berusaha memberikan kebaikan terhadap manusia lainnya, dan sebagai bentuk perwujudan fitrah manusia sebagai Khalifah di muka bumi yang selalu memegang teguh amanah dari Allah Swt. (3) Penafisran bersifat keadilan memiliki makna bahwa etika bisnis Islam selalu menepatkan sesuatu sesuai dengan yang semestinya, tidak mengurangi atau mencurangi, sesuai dengan perintah Allah Swt dan sesuai dengan yang diajarkan Rasullulah Saw. Memperlakukan orang sebagai mana kita ingin diperlakukan, tanpa adanya kesewenang-wenangan serta mengedepankan kebenaran tanpa adanya keberpihakan. Salah satu Ayat Al-Quran tentang keadilan terdapat pada  Q.S. al-Muthaffifin: 1-3 yang artinya:
“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang), yaitu orang-orang yang apabila menerima takaran dari  orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi”
Etika bisnis juga diterapkan dalam skala yang lebih besar, seperti penggunaan moral dalam sistem ekonomi. Moral memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan kesesuaian sistem ekonomi. Kasus korupsi pejabat pemerintah, kasus suap penegak hukum, dan lainnya merupakan gambaran dari rendahnya moralitas masyarakat dalam sistem ekonomi. Hukum tertulis yang mengikat saja tidak cukup, agar sistem ekonomi berjalan dengan baik dan benar. Kesadaran masyarakat akibat dari hukum tertulis hanya timbul dari luar karena unsur keterpaksaan, sementara kesadaran yang ditimbulkan oleh moral timbul dari dalam diri seseorang tanpa adanya paksaan sehingga sadar dengan sendirinya tanpa perlu diawasi.
Negara-negara di dunia menerapakan sistem ekonomi yang berbeda-beda, diantaranya sistem ekonomi liberalis (AS, Belanda, Perancis, Swedia), komunis (Cina, Kuba, Rusia), dan campuran (Perancis, Malaysia, Indonesia). Selain itu terdapat pula sistem ekonomi Islam yang berlandaskan ajaran agama islam sebagai penyempurna sistem ekonomi lainnya di dunia. Sistem ekonomi Islam memiliki prinsip bahwa kepentingan individu harus dihargai tanpa mengesampingkan keterlibatan pemerintah, selama tidak bertentangan dengan perintah Allah Swt. Mendorong peran masyarakat dalam menjalin hubungan antara individu dan pemerintah sehingga tercipta suasana kekeluargaan dan saling tolong menolong antar umat manusia.

Sabtu, 26 April 2014

Review: Kakak Batik - Ka Seto

Judul                           : Kakak Batik
Penulis                          : Kak Seto
Penerbit                       : Bentang Belia
Tanggal terbit             : Maret – 2014
Jumlah Halaman           :274

Mimpiku untuk jadi dokter harus kandas setelah dua kali tidak lulus ujian masuk Fakultas Kedokteran. Mimpi hidup enak di Jakarta, kenyataannya harus rela kerja serabutan dan hidup menumpang orang. Mimpi tentang gadis itu, harus puas dengan bertepuk sebelah tangan.
Jalan impian di depanku sepertinya memang tidak lurus. Selalu ada saja tikungan. Dan, melenceng dari apa yang kita impikan mungkin tidak terlalu buruk?
Di tengah kesulitanku, tikungan jalan itu mulai terlihat. Sosok itu mengiringku pada apa yang kuraih hari ini. Mengenalkanku pada dunia baru. Pertemuan itu, senyum anak-anak itu mengubah jalan hidup ku ...

Sinopsis cerita yang akan pembaca temukan pada bagian cover belakang buku Kakak Batik.

Berawal dari keputusan Adi untuk pergi meninggalkan kampung halaman karena gagal dalam tes masuk Fakultas Kedokteran, membuat dirinya berani untuk merantau ke Jakarta. Demi memperjuangkan masa depan dan cita-cita serta mengurangi perasaan bersalah kepada ibu, sosok yang paling dicintainya. Hidup sendiri tanpa keluarga dan hanya menumpang dengan kerabat lama membuat Adi harus menekuni segala profesi mulai dari kuli panggul, tukang parkir, dan bahkan pembatu rumah tangga yang pernah di jalani demi memenuhi kebutuhan hidup di Jakarta yang terkenal keras.

Perjumpaannya dengan pak Dibyo (pak kasur, tahun 4 April 1970) merupakan awal mula perubahan dalam jalan hidupnya dan pandangan mengenai dunia anak-anak. Melalui saran pak Dibyo lah akhirnya Adi harus mengubur  keinginan menjadi dokter dan beralih ke dunia psikologi. Beragam kejadian yang  menyertai dalam pencapaiannya menjadi seorang sarjana. Mulai dari terancam dropout hingga kelulusannya yang tertunda akibat skripsi yang selalu mengalami perbaikan. Bahkan Adi pernah diringkus oleh polisi karena mencoba berkecimpung dalam dunia politik.

Perjalanan cintanya tak jauh beda dengan kehidupan yang dijalaninya. Perjumpaanya dengan tokoh Inna dan cinta segitiga yang mereka jalani memberikan kisah tersendiri. Kesuksesan demi kesuksesan mampu diraih Adi melalui berbagai hambatan dan rintangan yang silir berganti bagaikan jalan yang berkelok penuh dengan tanjakan dan tikungan tajam. Apakah karir dan kisah cintanya akan berkahir dengan indah? Seindah setiap senyuman yang terpancar alami dari setiap anak-anak Indonesia.

Siapa yang tidak mengenal Dr. Seto Mulyadi, Psi.Msi atau yang akrab di panggil sebagai Kak Seto? , kesuksesannya dalam menggeluti bidang psikologi serta sosoknya yang terkenal di masyarakat sebagai orang yang dekat dengan dunia anak. Melalui buku Kakak Batik , Kak seto berusaha menceritakan masa lalunya yang penuh dengan  perjuangan dan kerja keras sejak usia remaja, semuanya tergambar jelas dalam tokoh Adi Witjaksono.

Beragam kasus peristiwa perlindungan anak yang sempat ditangani, seperti kasus sendal jepit, pencopetan yang berujung pada tindak kekerasan, pemerkosaan dengan korban dan pelaku yang masih remaja, dan berita tentang anak merokok yang berujung pada terror demi terror yang diberikan  kepada Kak Seto semua terangkum dalam buku ini. Pesan-pesan kehidupan mampu terwakili melalui untaian kalimat- kalimat indah yang bermakna dalam di setiap babnya.

Melalui boneka si Komo (terinspirasi dari binatang langka yaitu Komodo) yang sering menemani dalam mendongeng, serta baju batik yang selalu melekat dalam berbagai aktifitas keseharian, menggambarkan sosok lainnya dari Ka Seto yang  cinta akan budaya Indonesia. Tidak heran jika Kak Seto juga sering dijuluki sebagai Kakak Batik, melatar belakangi terciptanya judul buku ini.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mencintai anak-anak” menjadi motto yang dituliskan oleh Kak Seto sendiri dalam bukunya. Beliau juga berhasil mendirikan beberapa taman kanak-kanak dan yayasan yang menangani anak-anak difabel serta anak yang terlahir kembar. Merupakan salah satu wujud dalam mengemban amanah dan tanggung jawab  atas nasib anak-anak Indonesia pada masa yang akan datang. Memang sudah seharusnya perubahan yang diberikan harus berdasarkan panggilan hati, bukan hanya keinginan atau kata-kata manis yang tidak dapat direalisasikan.

Perpaduan antara realitas dan kreatifitas yang dimiliki Kak Seto, mampu menyuguhkan cerita  inspiratif dan dibalut dengan romansa percintaan remaja yang dapat menyentuh hati para pembacanya sekaligus memberikan pengalaman baru tentang arti sebuah cinta sejati. Meskipun buku dikategorikan sebagai novel remaja, namun baik remaja maupun dewasa patut untuk membaca buku Kakak Batik ini. Agar kita semua dapat mendalami arti perjuangan pantang menyerah demi meraih kesuksesan dalam hidup.

Minggu, 20 April 2014

Daun Jatuh

Terdengar sesekali derum suara roda besi melintas memecah keheningan malam. Langit-langit yang selalu sama dipandang setiap harinya, putih pudar dengan lapisan yang mulai mengelupas. Pikiran selalu saja muncul untuk menggali kedalam suatu hal yang sulit diingat, mungkin memang sengaja untuk dilupakan . Keduanya bisa benar atau hampir mendekati benar.

Membayangkan setiap kejadian yang telah terlewatkan. Setiap kesempatan yang mampu diraih, setiap kesulitan yang mampu diatasi, setiap kegembiraan, setiap kekecewaan, setiap tangisan, setiap senyuman, dan setiap tangan yang meraih untuk mengenggam lebih erat. Memberi kesejukan dalam  dekapan gelapnya malam.

Begitu sulit menemukan dirimu yang sesungguhnya disaat semua tertutup oleh kabut. Kabut yang muncul dengan sendirinya pertanda udara terasa semakin dingin, pertanda jalur yang sedang dilalui semakin menanjak. Tekatnya tak sekuat dinding keterbatasan yang menjulang tinggi, berisikian pijakan rapuh yang dapat hancur seketika, jika langkahnya tak secepat keraguan yang selalu datang untuk menjerat kaki. 

Masih terlalu merasa nyaman, masih belum tersadar, sadar dengan keadaan yang selalu menuntut sebuah percepatan dan lompatan yang lebih jauh. seperti jatuhnya daun pohon di tepi sungai. Melaju tanpa perlawanan, terbawa arus tanpa arah, dan menghilang dari cahaya gemerlap lampu malam menuju lautan lepas yang gelap.



Selasa, 04 Februari 2014

After Rain


 
After Rain

Pertemuan pertama yang memberi kesan.

Ya.. Perjumpaan diantara kita yang membekas hingga saat ini.

Saat mata bertemu mata dan setiap kata-kata tidak mampu menggambarkan apa yang dirasa.

Memang  aneh jika diingat dan coba untuk dimengerti.

Semua mengalir begitu saja tanpa ada yang menghalangi, hanya masalah jarak yang memisahkan.

 Pikiran terus mencoba mencari sebuah jawaban pasti, namun hati selalu mensetujui seakan semua terasa benar.

Jadi siapa yang harus dipercaya?

Pertemua selanjutnya makin memperkuat apa yang sebenarnya terjadi.

Berharap setiap gelak tawa dan senyum yang terpancar, seluruhnya tertuju pada diri ini yang masih bingungun akan apa yang dirasa.

Hingga akhirnya semua menjadi  jelas.

Itu hanyalah ilusi semata, keinginann ku yang terlalu kuat menciptakan gambaran yang nyata akan situasi yang terjadi.

 Tangan ku tak mampu mengapai bayangan yang terus saja masuk ke dalam kenangan yang memudar

Larut dalam angan tanpa tujuan

Setiap memori yang terekam terukir jelas dalam pikiran

Seakan semua menghilang begitu saja

 memberikan kenangan yang semu di setiap langkah yang terhapus

Mengikis batu yang keras setelah hujan yang deras

Membiaskan cahaya mentari menjadi warna warni pelangi.

Jumat, 03 Januari 2014

Menjadi debu, Just for fun

Menjadi Debu
 
 
 
Kaki melangkah, tanpa arah, hanya amarah.

Ditepian telaga yang membiru, hitam, kelabu.

Aku beranikan diri untuk menyentuh,

dingin, terasa menyetuh kuku.

Kaku, kelu, beradu menjadi satu,

terlalu enggan, enggan berlalu.

Menarik diri lalu mengaduh.

Takut, hanya berada diantara kemelut,

bersama kabut yang membalut.

Tepian angan pilu yang terus memburu,

awal keberanian yang membeku, menjadi ragu.

Bulan mampu membisu, hanya membatu, menjadi abu.

Dipermainkan oleh angan.

Sebagian menghilang, pergi bersama debu.

Sabtu, 30 November 2013

Malam ini terlalu senyap




Mungkin

Pikiran  ku terus saja berkeliaran,  memunguti  tiap keping yang menghilang…

Mencairkan kembali memori yang pernah menguap sebelumnya..

Entah sudah berapa lama, namum masih jelas di  ingatan..

Ya.. ingatan itu..

Mengalir begitu saja, merasuk ke dalam.

Mungkinkah malam ini seperti malam sebelumnya?

Tidak.. ini terlalu kuat untuk disebut biasa..

Namun terlalu nyata untuk menggangu setiap waktu yang kini ku jalani.

Lidah ku kelu..

Bingung, bimbang, ragu, khawatir,…

Mungkin ini yang sedang aku rasakan, apa munkin sebuah kekecewaan?

Yang mengerti hanyalah  diriku, diriku yang belum sepenuhnya dapat jujur..

Mungkin langkahku terlalu jauh, hingga tak menyadari seberapa rapuhnya diriku,
 atau aku hanya terlalu berfikir, berfikir setiap kemungkinan yang belum  bisa disebut benar..

entahlah, aku hanya bisa meraba dan merasakan tanpa tahu bentuk sebenarnya..

Sunyi senyap.. masuk kedalam tanpa ada yang menuntun, tersesat tanpa ada yang menolong..

Memangnya siapa aku sampai terlalu berani seperti ini ?

Bahkan cerminpun  enggan memantulkan  sebagian bayanganku

Bayangan..

Ya.. mungkin aku hanyalah bayangan..

Bayangan yang selalu menemani, dan menghilang diterangnya cahaya.

Mungkin  ini semua hanya spekulasi..

atau  mungkin, ungkapan dari sebuah kesendirian..


Kamis, 14 November 2013

Saat seorang anak merubah nasib keluarganya
Judul                             : Where the Mountain Meets the Moon      
Pengarang                     : Grace Lin
Tahun terbit                 : New York, 2009; Indonesia, Penerbit Atria, 2010
Penerjemah                  : Berliani M.Nugrahani
Tebal halaman             : 261 halaman
 
Minli merupakan seorang anak yang tinggal bersama kedua orang tuanya di gubuk reot di kaki gunung Nirbuana.Keluarga Minli sangatlah miskin, satu-satunya hal berharga yang dimiliki Minli hanyalah dua buah keping koin dalam mangkuk biru bergambar seeokor kelinci putih . penghasilan keluarganya dari bertani hanya cukup untuk makan sehari-hari. Minli sangat ingin merubah peruntungan keluarganya menjadi lebih baik.
Setiap malam, ayah Minli menuturkan cerita kuno tentang Naga giok, Hakim harimau yang jahat dan serakah, serta Kakek rembulan yang mampu menjawab pertanyaan apapun. Minli sangat ingin merubah peruntungan keluarganya menjadi lebih baik dengan cara bertanya kepada Kakek rembulan, meskipun itu hanya dongeng semata.
          Perjalanan hidupnya berubah ketika Minli memutuskan untuk membeli ikan mas pedagang keliling menggunakan setengah koin dari jumlah yang ada dirumahnya. Minli percaya ucapan pedagang bahwa ikan mas akan memberikan emas dan batu giok yang melimpah jika ditaruh di dalam rumah. Ternyata ikan mas itu memang benar-benar ajaib, dia dapat berbicara dan memberi tau Minli keberadaan kakek rembulan.Dengan begitu Minli dapat menanyakan kepada kakek rembulan cara merubah peruntungan keluarganya menjadi lebih baik. Minlin merasa ada secercah harapan atas keinginannya tersebut.
          Akhirnya Minlin memutuskan untuk berkelana menemui kakek rembulan tanpa sepengetahuan orangtuanya. Di sepanjang jalan Minlin bertemu teman-teman baru, termasuk naga yang tidak bisa terbang dan seorang anak yatim piatu. Perjalanan Minlin merupakan jalinan dari dongeng-dongeng yang diceritakan ayahnya dan dari orang-orang yang ditemui di jalan. Tekad Minli untuk membantu keluarganya dan kesedihan orangtuanya karena kepergian Minli sangat menyentuh dan menginspirasi.
Where the mountain meets the moon merupakan kisah fantasi yang terinspirasi dari cerita rakyat Cina yang mempesona Grace Lin semasa kanak-kanaknya. Buku ini mengingatkan kita pada kisah legendaris The Wizard od Oz. Grace Lin dengan piaway mampu menghadirkan cerita yang terkonsep, setiap pembaca membuka halaman demi halaman buku ini, pembaca akan menemukan jawab atas kejadian yang ada dihalaman sebelumnya.
Kesan awal yang saya dapat dari cover buku ini sangat menarik. Menggambarkan seorang perempuan yang sedang menaiki naga serta dibagian tepi atas dan tepi bawah terdapat pula gambar-gambar yang dikisahkan dalam buku ini. Hal yang membuat saya menjadi sangat penasaran untuk membaca buku ini yaitu di bagian belakang cover buku tidak ditemukan adanya sinopsi seperti layaknya buku pada umumnya. Setiap nomor bab dan gambar ilustrasi bab dicetak menggunakan warna biru serta beberapa gambar berwarna yang ada di dalam buku ini sangat menawan menambah kesan menarik.
 
 
 
Buku ini sangat menakjubkan dan sarat akan pesan moral, memikat minta para pembaca muda. Bisa dijadikan salah satu reverensi buku bacaan anda. Selamat membaca J
 

 

Created By Sora Templates